Rabu, 30 Maret 2016

Perkembangan Peserta Didik



BAB I
PENDAHULUAN



1.1    LatarBelakang
Pertumbuhan adalah hal yang pasti terjadi bagi setiap individu. Pertumbuhan ini terjadi terus menerus dan tidak dapat diulang kembali. Setiap individu pasti mengalami suatu tahapan pertumbuhan (masa) dalam hidupnya, salah satunya adalah masa remaja. Masa remaja adalah masa yang paling indah, karena pada masa ini setiap individu merasakan hal-hal baru pada dirinya, baik itu berkaitan dengan fisik ataupun psikisnya. Namun, masa remaja juga merupakan masa yang rentan dengan perilaku-perilaku yang kurang baik. Hal ini dapat terjadi karena pada remaja merupakan individu yang suka mencoba hal-hal yang baru yang mana hal-hal tersebut belum tentu baik untuk mereka.
Pada masa remaja terjadi perubahan-perubahan fisik, baik yang bersifat struktural maupun fungsinya yang berbeda antara remaja laki-laki dan remaja perempuan.

1.2    Rumusan Masalah
                 1.2.1     Apakah definisi dari pertumbuhan fisik itu?
                 1.2.2     Apakah Karakteristik pertumbuhan fisik remaja itu?
                 1.2.3     Bagaimana perubahan fisik remaja itu?
                 1.2.4     Apa saja Kondisi yang mempengaruhi pertumbuhan fisik itu?

1.3    Manfaat
                 1.3.1     Dapat mengetahui definisi dari pertumbuhan fisik.
                 1.3.2     Dapat mengetahui karakteristik pertumbuhan fisik remaja.
                 1.3.3     Dapat mengetahui perubahan fisik pada remaja.
                 1.3.4     Dapat mengetahui kondisi yang mempengaruhi pertumbuhan fisik pada remaja.



BAB II
PEMBAHASAN



2.1     Definisi Pertumbuhan Fisik
Pertumbuhan diartikan sebagai suatu penambahan dalam ukuran bentuk, berat atau ukuran dimensif tubuh serta bagian-bagiannya” (Mappiare,1982:43). “Pertumbuhan pada umumnya terbatas pengertiannya, pada perubahan-perubahan struktural dan pisiologis (hal kerja pisik dalam pembentukkan seseorang secara pisikologis dari masih berbentuk konsepsional (awal janin) melelui periode-periode pre-natal (belum lahir) dan post-natal (setelah lahir) sampai pada saat dewasa” (Mappiare,1982:43).
Pertumbuhan fisik remaja merupakan pertumbuhan yang paling pesat. Remaja tidak hanya tumbuh dari segi ukuran (semakin tinggi atau semakin besar), tetapi juga mengalami kemajuan secara fungsional, terutama organ seksual atau “pubertas”.Hal ini ditandai dengan datangnya mensturasi pada perempuan dan  mimpi basah pada laki-laki.
Pertumbuhan berkaitan dengan perubahan fisik secara kuantitatif yang menyangkut peningkatan ukuran dan struktur biologis. Pertumbuhan adalah perubahan secara fisiologis sebagai hasil proses pematangan fungsi dalam perjalanan waktu tertentu. Perubahan ini berkisar hanya pada aspek-aspek individu.Pertumbuhan ini meliputi perubahan yang bersifat internal maupun eksternal.Pertumbuhan internal meliputi perubahan ukuran alat pencernaan, bertambahnya ukuran besar dan berat jantung dan paru-paru, bertambah sempurna sistim kelenjar kelamin, dan berbagai jaringan tubuh.Adapun perubahan eksternal meliputi bertambahnya tinggi badan, bertambahnya lingkar tubuh, perbandingan ukuran panjang dan lebar tubuh, ukuran besarnya organ seks, dan munculnya atau tumbuhnya tanda-tanda kelamin sekunder.
Secara umum, terjadi pertumbuhan fisik yang sangat pesat dalam masa remaja awal (12/13-17/18 tahun).Dalam jangka tiga atau empat tahun anak bertumbuh hingga tingginya hamir menyamai tinggi orang tuanya.Pertumbuhan anggota-anggota badan dan otot sering berjalan tidak seimbang.Bagi wanita mulai menunjukkan mekar-tubuh yang membedakan dengan tubuh kanak-kanak. Dalam hal kecepatan pertumbuhan, terutama nampak jelas pada usia 12-14 tahun; dimana remaja putri bertumbuh demikian cepat meninggalkan pertumbuhan remaja pria.

2.2     Karakteristik pertumbuhan fisik remaja
Sebelum mengetahui karakteristik dari pertumbuhan fisik remaja. Kita ulas lagi sedikit mengenai Pertumbuhan fisik. Pertumbuhan fisik adalah perubahan-perubahan fisik yang terjadi dan merupakan gejala primer dalam pertumbuhan remaja. Perubahan fisik bagi remaja laki-laki dan perempuan berbeda, perubahan ini tampak sebagai berikut:

a.    Perubahan Fisik Remaja Perempuan
1.        Pertumbuhan tulang-tulang (badan menjadi tinggi).
2.        Pertumbuhan payudara.
3.        Tumbuh bulu halus.
4.        Menstruasi/haid

b.  Pertumbuhan Fisik Remaja Laki-Laki
1.        Pertumbuhan tulang-tulang.
2.        Tumbuh bulu kemaluan.
3.        Awal perubahan suara.
4.        Mimpi basah (keluarnya air mani).
5.        Pertumbuhan tinggi badan mencapai tingkat maksimum setiap tahunnya.
6.        Tumbuh rambut-rambut halus di wajah (kunis, jenggot)dan tumbuh bulu ketiak.
7.        Akhir perubahan suara.
8.        Rambut-rambut di wajah bertambah tebal dan gelap.
9.        Tumbuh bulu di dada



Berikut ini adalah beberapa Perbedaaan Individu Dalam Pertumbuhan Fisik. Perubahan fisik sepanjang masa remaja meliputi 3 hal,yaitu:
1)  Percepatan pertumbuhan
a)    Kriteria kematangan seksual.
b)   Permulaan kematangan.
c)    Permulaan.
d)   kematangan seksual
2)  keanekaragaman perubahan proporsi tubuh

Sewaktu masih anak – anak, bentuk tubuh kita tidak terlalu kentara perbedaannya, namun pada masa akhir kanak – kanak, saat mulai memasuki tahap remaja, perbedaan bentuk tubuh antara anak laki – laki dan anak perempuan semakin jelas. Remaja laki –laki cenderung menuju bentuk tubuh mesomorf (cenderung menjadi anak – anak yang kekar, berat dan segitiga), sedangkan anak perempuan kalau tidak endomorf (cenderung menjadi gemuk dan berat) akan memperlihatkan ciri ektomorf (cenderung kurus dan bertulang panjang).

Sekalipun demikian dalam kelompok anak laki – laki dan perempuan juga terdapat perbedaan, sehingga tidak dapat dikatakan harus selalu tepat sama. Pada kelompok anak laki – laki mungkin saja ada yang memperlihatkan bentuk tubuh ekomorf atau endomorf dan sebaliknya pada anak perempuan ada yang bentuk tubuhnya berbentuk mesomorf.
Seperti yang dikemukakan terdahulu, selama masa remaja ini seluruh tubuh mengalami perubahan, baik di bagian luar maupun di bagian dalam tubuh, baik dalam struktur tubuh maupun dalam fungsinya.Hampir untuk semua bagian, ternyata perubahan mengikuti jadwal waktu yang dapat diperkirakan sebelumnya.
Jadi, bila sistem endokrin berfungsi normal, maka akan memperlihatkan ukuran tubuh yang normal pula. Sebaliknya bila anak mengalami kekurangan hormon pertumbuhannya, maka akan menjadi kecil seperti orang kerdil, sedangkan yang kelebihan hormon pertumbuhan akan tumbuh menjadi terlalu besar sehingga tidak sesuai dengan anak sebayanya.



2.3     Perubahan Fisik pada Remaja
Masa remaja merupakan salah satu periode dari kehidupan manusia. Pemahaman tentang remaja digunakan secara umum untuk menunjukkan suatu tahap perkembangan antara masa anak-anak dan masa dewasa, yang ditandai oleh perubahan-perubahan fisik umum serta perkembangan kognitif dan sosial.
Perubahan yang paling dirasakan oleh remaja pertama kali adalah perubahan fisik.Pada masa remaja ditandai dengan adanya pertumbuhan fisik yang cepat, dan hal ini dipandang sebagai suatu hal yang penting sehingga berdampak pula pada aspek psikologis.Tanda-tanda perubahan fisik dari masa remaja terjadi dalam konteks pubertas, yang mana dalam konteks ini kematangan oragan-oragan seks dan kemampuan reproduktif bertumbuh dengan cepat.
Menurut Zigler dan Sevenson (dalam Desmita, 2008) secara garis besar perubahan fisik pada masa remaja dapat dikelompokkan dalam dua kategori yaitu perubahan-perubahan yang berhubungan dengan pertumbuhan fisik dan perubahan-perubahan yang berhubungan dengan perkembangan karakteristik seksual. Beberapa dimensi perkembangan fisik pada masa remaja akan diuraikan dalam ulasan berikut.
1)   Perubahan tinggi dan berat badan
Tinggi rata-rata anak laki-laki dan perempuan pada usia 12 tahun adalah sekitar 59 atau 60 inci (± 150cm). Pada usia 18 tahun, tinggi rata-rata remaja laki-laki adalah 69 inci, secangkan tinggi rata-rata remaja perempuan hanya 64 inci. Untuk anak perempuan tingkat pertumbuhan tertinggi terjadi pada usia sekitar 11 atau 12 tahun dan 13 dan 14 tahun untuk anak laki-laki. Dalam tahun itu tinggi kebanyakan anak perempuan bertambah sekitar 3 inci dan tinggi kebanyakan anak lelaki bertambah lebih dari 4 inci (Zigler dan Sevenson, dalam Desmita, 2008).
Faktor yang menyebabkan laki-laki rata-rata lebih tinggi dari perempuan adalah karena laki-laki memulai pertumbuhan mereka dua tahun lebih lambat dibandingkan dengan anak-anak perempuan.Dengan demikian anak laki-laki mengalami penambahan pertumbuhan selama dua tahun pada masa anak-anak. Tinggi rata-rata anak perempuan terjadi pada saat ia memulai masa percepatan pertumbuhan, yakni sekitar 54 atau 55 inci, secangkan bagi laki-laki sekitar 59 atau 60 inci. Karena penambahan tinggi anak laki-laki dan perempuan selama masa remaja sekitar 9 atau 10 inci maka perempuan pada akhirnya lebih pendek dibanding dengan rata-rata laki-laki.(Seifert dan Hoffnung, dalam Desmita, 2008).
Pada masa remaja, selain terjadi pertumbuhan terjadi juga pertambahan berat badan.Pertambahan berat badan ini sekitar 13 kg untuk anak laki-laki dan 10 kg bagi anak perempuan. Meskipun berat badan ikut bertambah seiring proses pertumbuhan namun ia dapat lebih mudah dipengaruhi oleh beberapa faktor, misalnya pola hidup, asupan nutrisi, diet dan latihan.

2)   Perubahan Proporsi Tubuh
Pertambahan tinggi dan berat badan berhubungan juga dengan proporsi tubuh.Misalnya bagian-bagian tubuh tertentu yang dulunya kecil saat masa anak-anak, pada masa remaja berubah menjadi besar.Hal ini dapat dilihat dengan jelas pada pertumbuhan tangan dan kaki, yang kadang tidak proporsional.
Perubahan lain dalam proporsi tubuh juga terlihat pada perubahan ciri-ciri wajah, di mana wajah anak-anak mulai menghilang. Terjadi perubahan struktur kerangka, pertumbuhan otot.Pertumbuhan otot ini perkembang seiring dengan bertambahnya tinggi badan.Pertumbuhan otot laki-laki lebih cepat karena mereka memiliki lebih banyak jaringan otot.

3)   Kematangan Seksual
Kematangan seksual terjadi dengan pesat pada awal masa remaja.Periode ini disebut masa pubertas.Kematangan seksual sebagai suatu rangkaian perubahan fisik pada masa remaja ditandai dengan perubahan ciri-ciri seks primer (primary sex characteristics) dan ciri-ciri seks sekunder (secondary sex characteristics). Tanda-tanda kematangan seksual remaja dapat diuraikan sebagai berikut.
1)   Perubahan ciri-ciri seks primer
Yang dimaksud dengan ciri-ciri seks primer adalah ciri-ciri fisik yang secara langsung menunjuk pada proses reproduksi yang khas membedakan laki-laki dan perempuan. Dengan demikian antara laki-laki dan perempuan terdapat perbedaan ciri-ciri seks primer.
Pada remaja pria, perubahan ciri-ciri seks primer dapat dilihat pada pertumbuhan yang cepat pada penis dan skrotum dan mengalami mimpi basah untuk pertama kalinya.Perubahan ini sangat dipengaruhi oleh hormon perangsang yang diproduksi oleh kelenjar bawah otak (pituitary gland). Hormon ini merangsang testis yang terdapat pada skrotum sehingga testis menghasilkan hormon testosteron dan androgen serta spermatozoa.Sperma yang diproduksi ini memungkinkan untuk mengadakan reproduksi.
Pada remaja wanita, perubahan ciri-ciri seks primer ditandai dengan menarche atau munculnya periode menstruasi untuk pertama kalinya.Munculnya peristiwa menstruasi sangat dipengaruhi oleh perkembangan indung telur (ovarium), yang berfungsi memproduksi sel-sel telur (ovum) serta hormon estrogen dan progesteron. Hormon progesteron bertugas mematangkan sel telur sehingga siap untuk dibuahi.Sementara hormon estrogen berfungsi membantu pertumbuhan ciri kewanitaan pada tubuh seseorang seperti pembesaran payudara dan pinggul serta mengatur siklus haid.Ketika percepatan pertumbuhan mencapai puncaknya ciri-ciri seks primer pada wanita meliputi ovarium, uterus, vagina, labia dan klitoris mengalami perkembangan pesat.
2)   Perubahan ciri-ciri seks sekunder
Ciri-ciri seks sekunder merupakan tanda-tanda fisik yang tidak berhubungan secara langsung dengan proses reproduksi namun manjadi penanda khas yang membedakan seorang laki-laki dan perempuan; merupakan konsekuensi dari bekerjanya hormon-gormon pria dan wanita. Pada anak lelaki, ciri-ciri seks sekunder yang terjadi antara lain tumbuhnya kumis dan janggut, jakun, suara menjadi berat, bahu dan dada melebar, tumbuh bulu di ketiak, dada, kaki, tangan dan daerah kelamin serta otot-otot menjadi kuat. Pada anak perempuan tanda-tanda fisik ini berupa payudara dan pinggul membesar, suara menjadi halus, tumbuh bulu di ketiak dan sekitar kemaluan.

       2.4       Kondisi yang mempengaruhi pertumbuhan fisik
a)    Keluarga
Faktor keturunan seorang anak dapat lebih tinggi atau panjang dari pada anak lainnya sehingga ia lebih berat tubuhnya bila ayah, ibu, kakek-neneknya juga tinggi dan panjang.
b)   Gizi
Anak-anak yang memperoleh gizi cukup biasanya akan lebih tinggi tubuhnya dan sedikit lebih cepat mencapai taraf/masa remaja dibandingkan mereka yang kekurangan gizi.
c)    Gangguan Emosional
Anak yang terlalu sering mengalami emosional akan mengakibatkan berkurangnya pembentukan hormon pertumbuhan menyebabkan pertumbuhan awal remajanya terhambat.


d)   Jenis Kelamin
Anak laki-laki cenderung lebih tinggi dan berat dari pada anak perempuan karena bentuk tulang dan otot memang berbeda kecuali pada usia 12-15 tahun.
e)    Status Sosial Ekonomi
Anak-anak yang berasal dari status ekonomi rendah cenderung lebih kecil dari pada anak yang status ekonomi keluarganya menengah ke atas.
f)    Kesehatan
Anak-anak yang sehat dan jarang sakit biasanya akan memiliki tubuh yang lebih berat dari pada anak yang sering sakit.

Perubahan psikologis muncul antara lain sebagai akibat dari perubahan-perubahan fisik, yaitu pertumbuhan tubuh, badan menjadi tinggi dan panjang, mulai berfungsinya alat-alat reproduksi haid pada remaja perempuan dan mimpi basah bagi remaja laki-laki
                                     



BAB III
PENUTUPAN



3.1          Keseimpulan
Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa :
  1. Masa remaja merupakan masa transisi perkembangan antara masa anak dan masa ke dewasa, dimulai dari pubertas, serta ditandai dengan perubahan pesat dalam berbagai aspek perkembangan baik fisik maupun psikis.
  2. Pertumbuhan fisik adalah perubahan fisik yang terjadi dan merupakan gejala primer dalam pertumbuhan remaja. Perubahan-perubahan fisik meliputi perubahan ukuran tubuh, perubahan proporsi tubuh, munculnya ciri-ciri kelamin primer dan cirri kelamin sekunder.
  3. Ada perbedaan perubahan fisik pada anak laki-laki dengan perempuan. Anak perempuan mulai bertumbuh pesat pada usia 10,5tahun dan paling cepat pada usia 12 tahun. Sedangkan anak laki-laki dua tahun lebih lambat mulainya, namun akhirnya anak laki-laki bertambah 12-15 cm dalam satu tahun hingga pada usia 13 tahun sampai menjelang 14 tahun.
4.      Kondisi yang mempengaruhi pertumbuhan fisik
·       Pengaruh keluarga
·       Pengaruh gizi
·       Gangguan emosional
·       Jenis kelamin
·       Status sosial ekonomi
·       Kesehatan
·       Pengaruh bentuk tubuh