BAB I
PENDAHULUAN
1.1
LatarBelakang
Pertumbuhan adalah hal yang pasti terjadi bagi setiap individu. Pertumbuhan ini terjadi terus menerus dan tidak dapat diulang kembali. Setiap individu pasti mengalami suatu tahapan pertumbuhan (masa)
dalam hidupnya,
salah satunya adalah masa remaja. Masa remaja adalah masa yang paling indah,
karena pada masa ini setiap individu merasakan hal-hal baru pada dirinya, baik itu berkaitan dengan fisik ataupun psikisnya. Namun, masa remaja juga merupakan masa yang rentan dengan perilaku-perilaku yang
kurang baik. Hal ini dapat terjadi karena pada remaja merupakan individu yang suka mencoba hal-hal yang baru yang
mana hal-hal tersebut belum tentu baik untuk mereka.
Pada masa remaja terjadi perubahan-perubahan fisik, baik yang
bersifat struktural maupun fungsinya yang berbeda antara remaja laki-laki dan remaja perempuan.
1.2
Rumusan Masalah
1.2.1
Apakah definisi
dari pertumbuhan fisik itu?
1.2.2
Apakah Karakteristik
pertumbuhan fisik remaja itu?
1.2.3
Bagaimana perubahan
fisik remaja itu?
1.2.4
Apa saja Kondisi
yang mempengaruhi pertumbuhan fisik itu?
1.3
Manfaat
1.3.1
Dapat mengetahui
definisi dari pertumbuhan fisik.
1.3.2
Dapat mengetahui karakteristik pertumbuhan fisik remaja.
1.3.3
Dapat mengetahui perubahan fisik pada remaja.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
Definisi Pertumbuhan Fisik
“Pertumbuhan diartikan sebagai suatu
penambahan dalam ukuran bentuk, berat atau ukuran dimensif tubuh serta
bagian-bagiannya” (Mappiare,1982:43). “Pertumbuhan pada umumnya terbatas
pengertiannya,
pada perubahan-perubahan struktural dan pisiologis (hal kerja pisik dalam
pembentukkan seseorang secara pisikologis dari masih berbentuk konsepsional
(awal janin) melelui periode-periode pre-natal (belum lahir) dan post-natal
(setelah lahir) sampai pada saat dewasa” (Mappiare,1982:43).
Pertumbuhan fisik remaja merupakan
pertumbuhan yang paling pesat. Remaja tidak hanya tumbuh dari segi
ukuran (semakin tinggi atau semakin besar), tetapi juga mengalami kemajuan
secara fungsional, terutama organ seksual atau “pubertas”.Hal ini
ditandai dengan datangnya mensturasi pada perempuan dan
mimpi basah pada laki-laki.
Pertumbuhan berkaitan dengan
perubahan fisik secara kuantitatif yang menyangkut peningkatan ukuran dan
struktur biologis. Pertumbuhan adalah perubahan secara fisiologis sebagai hasil
proses pematangan fungsi dalam perjalanan waktu tertentu. Perubahan ini
berkisar hanya pada aspek-aspek individu.Pertumbuhan ini meliputi perubahan
yang bersifat internal maupun eksternal.Pertumbuhan internal meliputi perubahan
ukuran alat pencernaan, bertambahnya ukuran besar dan berat jantung dan
paru-paru, bertambah sempurna sistim kelenjar kelamin, dan berbagai jaringan
tubuh.Adapun perubahan eksternal meliputi bertambahnya tinggi badan,
bertambahnya lingkar tubuh, perbandingan ukuran panjang dan lebar tubuh, ukuran
besarnya organ seks, dan munculnya atau tumbuhnya tanda-tanda kelamin sekunder.
Secara umum, terjadi pertumbuhan
fisik yang sangat pesat dalam masa remaja awal (12/13-17/18 tahun).Dalam jangka
tiga atau empat tahun anak bertumbuh hingga tingginya hamir menyamai tinggi
orang tuanya.Pertumbuhan anggota-anggota badan dan otot sering berjalan tidak
seimbang.Bagi wanita mulai menunjukkan mekar-tubuh yang membedakan dengan tubuh
kanak-kanak. Dalam hal kecepatan pertumbuhan, terutama nampak jelas pada usia
12-14 tahun; dimana remaja putri bertumbuh demikian cepat meninggalkan
pertumbuhan remaja pria.
2.2
Karakteristik
pertumbuhan fisik remaja
Sebelum mengetahui karakteristik dari pertumbuhan fisik remaja. Kita
ulas lagi sedikit mengenai Pertumbuhan
fisik. Pertumbuhan
fisik adalah perubahan-perubahan fisik yang terjadi dan merupakan gejala primer
dalam pertumbuhan remaja. Perubahan fisik bagi
remaja laki-laki dan perempuan berbeda, perubahan ini tampak sebagai berikut:
a.
Perubahan
Fisik Remaja Perempuan
1.
Pertumbuhan
tulang-tulang (badan menjadi tinggi).
2.
Pertumbuhan
payudara.
3.
Tumbuh
bulu halus.
4.
Menstruasi/haid
b. Pertumbuhan Fisik Remaja Laki-Laki
1.
Pertumbuhan
tulang-tulang.
2.
Tumbuh
bulu kemaluan.
3.
Awal
perubahan suara.
4.
Mimpi
basah (keluarnya air mani).
5.
Pertumbuhan
tinggi badan mencapai tingkat maksimum setiap tahunnya.
6.
Tumbuh
rambut-rambut halus di wajah (kunis, jenggot)dan tumbuh bulu ketiak.
7.
Akhir
perubahan suara.
8.
Rambut-rambut
di wajah bertambah tebal dan gelap.
9.
Tumbuh
bulu di dada
Berikut ini adalah beberapa Perbedaaan
Individu Dalam Pertumbuhan Fisik. Perubahan fisik sepanjang
masa remaja meliputi 3 hal,yaitu:
1) Percepatan
pertumbuhan
a) Kriteria
kematangan seksual.
b) Permulaan kematangan.
c) Permulaan.
d) kematangan seksual
2) keanekaragaman
perubahan proporsi tubuh
Sewaktu masih anak – anak, bentuk tubuh kita tidak terlalu kentara perbedaannya, namun pada masa akhir kanak – kanak, saat mulai memasuki tahap remaja, perbedaan bentuk tubuh antara anak laki – laki dan anak perempuan semakin jelas. Remaja laki –laki cenderung menuju bentuk tubuh mesomorf (cenderung menjadi anak – anak yang kekar, berat dan segitiga), sedangkan anak perempuan kalau tidak endomorf (cenderung menjadi gemuk dan berat) akan memperlihatkan ciri ektomorf (cenderung kurus dan bertulang panjang).
Sekalipun demikian dalam kelompok anak laki – laki dan
perempuan juga terdapat perbedaan, sehingga tidak dapat dikatakan harus selalu
tepat sama. Pada kelompok anak laki – laki mungkin saja ada yang memperlihatkan
bentuk tubuh ekomorf atau endomorf dan sebaliknya pada anak perempuan ada yang
bentuk tubuhnya berbentuk mesomorf.
Seperti yang dikemukakan terdahulu, selama masa remaja ini
seluruh tubuh mengalami perubahan, baik di bagian luar maupun di bagian dalam
tubuh, baik dalam struktur tubuh maupun dalam fungsinya.Hampir untuk semua
bagian, ternyata perubahan mengikuti jadwal waktu yang dapat diperkirakan
sebelumnya.
Jadi, bila sistem endokrin berfungsi normal, maka akan
memperlihatkan ukuran tubuh yang normal pula. Sebaliknya bila anak mengalami
kekurangan hormon pertumbuhannya, maka akan menjadi kecil seperti orang kerdil,
sedangkan yang kelebihan hormon pertumbuhan akan tumbuh menjadi terlalu besar
sehingga tidak sesuai dengan anak sebayanya.
2.3
Perubahan Fisik pada Remaja
Masa
remaja merupakan salah satu periode dari kehidupan manusia. Pemahaman tentang
remaja digunakan secara umum untuk menunjukkan suatu tahap perkembangan antara
masa anak-anak dan masa dewasa, yang ditandai oleh perubahan-perubahan fisik
umum serta perkembangan kognitif dan sosial.
Perubahan
yang paling dirasakan oleh remaja
pertama kali adalah perubahan fisik.Pada masa remaja
ditandai dengan adanya pertumbuhan fisik yang cepat, dan hal ini dipandang
sebagai suatu hal yang penting sehingga berdampak pula pada aspek
psikologis.Tanda-tanda perubahan fisik dari masa remaja terjadi dalam konteks
pubertas, yang mana dalam konteks ini kematangan oragan-oragan seks dan
kemampuan reproduktif bertumbuh dengan cepat.
Menurut
Zigler dan Sevenson (dalam Desmita, 2008) secara garis besar perubahan fisik
pada masa remaja dapat dikelompokkan dalam dua kategori yaitu
perubahan-perubahan yang berhubungan dengan pertumbuhan fisik dan
perubahan-perubahan yang berhubungan dengan perkembangan karakteristik seksual.
Beberapa dimensi perkembangan fisik pada masa remaja akan diuraikan dalam
ulasan berikut.
1)
Perubahan tinggi dan berat badan
Tinggi rata-rata anak laki-laki dan perempuan pada usia 12 tahun
adalah sekitar 59 atau 60 inci (± 150cm). Pada usia 18 tahun, tinggi rata-rata
remaja laki-laki adalah 69 inci, secangkan tinggi rata-rata remaja perempuan
hanya 64 inci. Untuk anak perempuan tingkat pertumbuhan tertinggi terjadi pada
usia sekitar 11 atau 12 tahun dan 13 dan 14 tahun untuk anak laki-laki. Dalam
tahun itu tinggi kebanyakan anak perempuan bertambah sekitar 3 inci dan tinggi
kebanyakan anak lelaki bertambah lebih dari 4 inci (Zigler dan Sevenson, dalam
Desmita, 2008).
Faktor yang menyebabkan laki-laki rata-rata lebih tinggi dari
perempuan adalah karena laki-laki memulai pertumbuhan mereka dua tahun lebih
lambat dibandingkan dengan anak-anak perempuan.Dengan demikian anak laki-laki
mengalami penambahan pertumbuhan selama dua tahun pada masa anak-anak. Tinggi
rata-rata anak perempuan terjadi pada saat ia memulai masa percepatan
pertumbuhan, yakni sekitar 54 atau 55 inci, secangkan bagi laki-laki sekitar 59
atau 60 inci. Karena penambahan tinggi anak laki-laki dan perempuan selama masa
remaja sekitar 9 atau 10 inci maka perempuan pada akhirnya lebih pendek
dibanding dengan rata-rata laki-laki.(Seifert dan Hoffnung, dalam Desmita,
2008).
Pada masa remaja, selain terjadi pertumbuhan terjadi juga
pertambahan berat badan.Pertambahan berat badan ini sekitar 13 kg untuk anak
laki-laki dan 10 kg bagi anak perempuan. Meskipun berat badan ikut bertambah
seiring proses pertumbuhan namun ia dapat lebih mudah dipengaruhi oleh beberapa
faktor, misalnya pola hidup, asupan nutrisi, diet dan latihan.
2)
Perubahan Proporsi Tubuh
Pertambahan tinggi dan berat badan berhubungan juga dengan proporsi
tubuh.Misalnya bagian-bagian tubuh tertentu yang dulunya kecil saat masa
anak-anak, pada masa remaja berubah menjadi besar.Hal ini dapat dilihat dengan
jelas pada pertumbuhan tangan dan kaki, yang kadang tidak proporsional.
Perubahan lain dalam proporsi tubuh juga terlihat pada perubahan
ciri-ciri wajah, di mana wajah anak-anak mulai menghilang. Terjadi perubahan
struktur kerangka, pertumbuhan otot.Pertumbuhan otot ini perkembang seiring
dengan bertambahnya tinggi badan.Pertumbuhan otot laki-laki lebih cepat karena
mereka memiliki lebih banyak jaringan otot.
3)
Kematangan Seksual
Kematangan seksual terjadi dengan pesat pada awal masa
remaja.Periode ini disebut masa pubertas.Kematangan seksual sebagai suatu
rangkaian perubahan fisik pada masa remaja ditandai dengan perubahan ciri-ciri
seks primer (primary
sex characteristics) dan ciri-ciri seks sekunder (secondary sex
characteristics). Tanda-tanda kematangan seksual remaja dapat
diuraikan sebagai berikut.

1)
Perubahan ciri-ciri seks
primer
Yang dimaksud dengan ciri-ciri seks primer adalah ciri-ciri fisik
yang secara langsung menunjuk pada proses reproduksi yang khas membedakan
laki-laki dan perempuan. Dengan demikian antara laki-laki dan perempuan
terdapat perbedaan ciri-ciri seks primer.
Pada remaja pria, perubahan ciri-ciri seks primer dapat dilihat pada
pertumbuhan yang cepat pada penis dan skrotum dan mengalami mimpi basah untuk
pertama kalinya.Perubahan ini sangat dipengaruhi oleh hormon perangsang yang
diproduksi oleh kelenjar bawah otak (pituitary gland). Hormon ini
merangsang testis yang terdapat pada skrotum sehingga testis menghasilkan
hormon testosteron dan androgen serta spermatozoa.Sperma yang diproduksi ini
memungkinkan untuk mengadakan reproduksi.
Pada remaja wanita, perubahan ciri-ciri seks primer ditandai dengan menarche atau
munculnya periode menstruasi untuk pertama kalinya.Munculnya peristiwa
menstruasi sangat dipengaruhi oleh perkembangan indung telur (ovarium), yang
berfungsi memproduksi sel-sel telur (ovum) serta hormon estrogen dan
progesteron. Hormon progesteron bertugas mematangkan sel telur sehingga siap
untuk dibuahi.Sementara hormon estrogen berfungsi membantu pertumbuhan ciri
kewanitaan pada tubuh seseorang seperti pembesaran payudara dan pinggul serta
mengatur siklus haid.Ketika percepatan pertumbuhan mencapai puncaknya ciri-ciri
seks primer pada wanita meliputi ovarium, uterus, vagina, labia dan klitoris
mengalami perkembangan pesat.
2)
Perubahan ciri-ciri seks
sekunder
Ciri-ciri seks sekunder merupakan tanda-tanda fisik yang tidak
berhubungan secara langsung dengan proses reproduksi namun manjadi penanda khas
yang membedakan seorang laki-laki dan perempuan; merupakan konsekuensi dari bekerjanya
hormon-gormon pria dan wanita. Pada anak lelaki, ciri-ciri seks sekunder yang
terjadi antara lain tumbuhnya kumis dan janggut, jakun, suara menjadi berat,
bahu dan dada melebar, tumbuh bulu di ketiak, dada, kaki, tangan dan daerah
kelamin serta otot-otot menjadi kuat. Pada anak perempuan tanda-tanda fisik ini
berupa payudara dan pinggul membesar, suara menjadi halus, tumbuh bulu di
ketiak dan sekitar kemaluan.
2.4
Kondisi
yang mempengaruhi pertumbuhan fisik
a) Keluarga
Faktor keturunan seorang
anak dapat lebih tinggi atau panjang dari pada anak lainnya sehingga ia lebih
berat tubuhnya bila ayah, ibu, kakek-neneknya juga tinggi dan panjang.
b) Gizi
Anak-anak yang memperoleh gizi cukup biasanya akan lebih tinggi
tubuhnya dan sedikit lebih cepat mencapai taraf/masa remaja dibandingkan mereka
yang kekurangan gizi.
c) Gangguan Emosional
Anak yang terlalu sering
mengalami emosional akan mengakibatkan berkurangnya pembentukan hormon
pertumbuhan menyebabkan pertumbuhan awal remajanya terhambat.
d) Jenis Kelamin
Anak laki-laki cenderung
lebih tinggi dan berat dari pada anak perempuan karena bentuk tulang dan otot
memang berbeda kecuali pada usia 12-15 tahun.
e) Status Sosial Ekonomi
Anak-anak yang berasal
dari status ekonomi rendah cenderung lebih kecil dari pada anak yang status
ekonomi keluarganya menengah ke atas.
f) Kesehatan
Anak-anak yang sehat dan
jarang sakit biasanya akan memiliki tubuh yang lebih berat dari pada anak yang
sering sakit.
Perubahan
psikologis muncul antara lain sebagai akibat dari perubahan-perubahan fisik,
yaitu pertumbuhan tubuh, badan menjadi tinggi dan panjang, mulai berfungsinya
alat-alat reproduksi haid pada remaja perempuan dan mimpi basah bagi remaja
laki-laki
BAB
III
PENUTUPAN
3.1
Keseimpulan
Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa :
- Masa remaja merupakan masa transisi perkembangan antara masa anak dan masa ke dewasa, dimulai dari pubertas, serta ditandai dengan perubahan pesat dalam berbagai aspek perkembangan baik fisik maupun psikis.
- Pertumbuhan fisik adalah perubahan fisik yang terjadi dan merupakan gejala primer dalam pertumbuhan remaja. Perubahan-perubahan fisik meliputi perubahan ukuran tubuh, perubahan proporsi tubuh, munculnya ciri-ciri kelamin primer dan cirri kelamin sekunder.
- Ada perbedaan perubahan fisik pada anak laki-laki dengan perempuan. Anak perempuan mulai bertumbuh pesat pada usia 10,5tahun dan paling cepat pada usia 12 tahun. Sedangkan anak laki-laki dua tahun lebih lambat mulainya, namun akhirnya anak laki-laki bertambah 12-15 cm dalam satu tahun hingga pada usia 13 tahun sampai menjelang 14 tahun.
4.
Kondisi yang mempengaruhi
pertumbuhan fisik
·
Pengaruh keluarga
·
Pengaruh gizi
·
Gangguan emosional
·
Jenis kelamin
·
Status sosial ekonomi
·
Kesehatan
·
Pengaruh bentuk tubuh